SEJUMLAH BALITA DI DESA ADITIRTO MENDAPAT LAYANAN TEST MANTOUX
SEJUMLAH BALITA DI DESA ADITIRTO MENDAPAT LAYANAN TEST MANTOUX
Puskesmas Pejagoan terus menggencarkan berbagai sosialisasi salah satunya penyuluhan TBC atau Tuberkulosis. Penyuluhan TBC ini dibarengi dengan penyuluhan stunting yang dilaksanakan di aula Desa Aditirto, Kamis (17/04/2025). Penyuluhan TBC dan stunting ini diselenggarakan dengan melibatkan dr. Timbul Pranoto, M.Sc, dr. Wilma Kartika serta di dampingi Bidan Desa Aditirto, Budi Yuhartini, Penanggungjawab Gizi Puas Ariyanti serta programmer TBC, Catur Hernawati.
Penyuluhan TBC atau Tuberkulosis bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit ini, termasuk gejala, cara pencegahan, dan pengobatannya. masih banyak masyarakat yang belum paham apa itu penyakit TBC. Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena penyakit ini tidak terlihat kasat mata namun cepat menular.
Penyakit menular ini disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Pengobatan penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan rutin selama 6 bulan. Pengobatan penyakit TBC memerlukan waktu yang lama sehingga Penderita TBC membutuhkan motivasi dari orang sekitar. Sehingga dengan penyuluhan ini sebgai langkah untuk mendukung dan memotivasi penderita TBC untuk rutin minum obat dan sembuh.
Sebanyak 26 balita mendapatkan pelayanan skrining TBC serta pemantauan gizi. Pemantauan dilakukan dengan pemeriksaan tinggi badan dan berat badan, dilanjutkan melakukan skoring TBC pada anak dan kegiatan mantoux test khusus balita yang memenuhi kategori untuk pengecekan.
Acara pagi ini mendapatkan respon yang baik dari para orangtua balita. Mereka bersedia untuk dilakukan pengecekan pada balita. Pembacaan hasil test mantoux akan di lakukan 2 hari setelah pengecekan. Dengan adanya kegiatan penyuluhan dan skrining tersebut Puskesmas Pejagoan berharap angka penderita TBC di Kecamatan Pejagoan dapat ditekan melalui kegiatan skrining yang merata di setiap wilayah. (Will)
