Deteksi Dini TB pada Balita Stunting, Puskesmas Pejagoan Gelar Aksi "SIBANTING" di Desa Jemur
Deteksi Dini TB pada Balita Stunting, Puskesmas Pejagoan Gelar Aksi "SIBANTING" di Desa Jemur
PEJAGOAN – Upaya intervensi dan pemantauan kesehatan terhadap balita stunting terus digencarkan. Pada Selasa (19/5/2026), telah dilaksanakan kegiatan inovatif bertajuk SIBANTING (Screening TB Balita Stunting) yang bertempat di Balai Desa Jemur, Kecamatan Pejagoan. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini berfokus pada pemeriksaan kesehatan menyeluruh guna mendeteksi dini penularan Tuberkulosis (TB) pada anak dengan kondisi stunting.
Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Camat Pejagoan, Dra. Rusta Nurhayati, Kepala Desa Jemur Pejagoan, Bapak Tunjangsari, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pejagoan. Kehadiran para pimpinan lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam menyukseskan program percepatan penurunan stunting dan penanggulangan penyakit menular di wilayah Pejagoan.
Balita dengan status stunting diketahui memiliki imunitas yang lebih rentan, sehingga memerlukan pemantauan kesehatan yang jauh lebih optimal. Melalui program SIBANTING ini, tim tenaga kesehatan tidak hanya mengevaluasi status gizi anak, tetapi juga melakukan skrining ketat terhadap potensi infeksi TB guna mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menyasar sebanyak 34 balita stunting yang ada di wilayah setempat. Proses pemeriksaan dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis oleh tenaga kesehatan yang bertugas, meliputi:
Penilaian Gizi: Mengukur dan mengevaluasi status gizi terkini pada balita sasaran.
Skrining TB: Mengidentifikasi tanda-tanda klinis, gejala umum, serta faktor risiko lingkungan sekitar anak.
Mantoux Test: Pemeriksaan penunjang berupa uji tuberkulin di bawah kulit untuk mendeteksi ada atau tidaknya infeksi bakteri penyebab TB.
Berdasarkan hasil rekapitulasi di lapangan, dari total 34 balita stunting yang hadir dan diperiksa, sebanyak 29 anak berhasil dilakukan tindakan Mantoux test. Sementara itu, 5 balita lainnya tidak dilakukan Mantoux test dikarenakan kondisi medis tertentu atau berdasarkan hasil skrining awal di lokasi.
Sinergi yang kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan tenaga kesehatan melalui gerakan SIBANTING ini diharapkan dapat memutus mata rantai penularan TB pada kelompok rentan sedini mungkin, demi mewujudkan generasi Pejagoan yang sehat, tangguh, dan bebas stunting. Sita
