PSN KE-DUA: TINGKATKAN KOMITMEN DAN KERJASAMA BERANTAS DBD
PSN KE-DUA: TINGKATKAN KOMITMEN DAN KERJASAMA BERANTAS DBD
Setelah sukses menggelar PSN atau Pemberantasan Sarang Nyamuk pada Jum'at yang lalu. Hari ini Puskesmas Pejagoan kembali mengadakan PSN, Jum’at (17/01/2025). PSN merupakan kegiatan masyarakat bersama pemerintah untuk mencegah dan mengendalikan penyakit DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara terus-menerus serta berkesinambungan. Kegiatan PSN serentak yang kedua dilaksanakan di seluruh desa di wilayah Kecamatan Pejagoan. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Pejagoan dibawah komando Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen, Camat dan Forkompinca Pejagoan, Puskesmas Pejagoan dan Kader kesehatan.
Camat Pejagoan, Bapak Tamim Sobri, S.IP, M.M, sebelum memulai acara PSN menyampaikan bahwa jumlah kasus DBD dan DD di Kecamatan Pejagoan pada tahun 2024 sejumlah 97 kasus dengan rangking pertama kasus diduduki oleh Desa Pejagoan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan kunjungan rumah di RT 5 RW 2 Desa Pejagoan.
Pada kesempatan ini pula, Kepala Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Kebumen, dr.Iwan Danardono, Sp.Rad.,M.M.R berharap agar PSN tidak hanya sebagai Gerakan saja namun menjadi kegiatan rutin mengingat DBD dapat muncul kapan saja. Sehingga diperlukan komitmen dan kerjasama di setiap desa. Sedangkan Kepala Puskesmas Pejagoan dr. Timbul Pranoto, M.Sc tidak bosannya mengingatkan bahwa pencegahan kasus DBD yang paling efektif adalah dengan pelaksanaan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan 3 M plus. PSN tidak hanya di bak mandi saja, tapi juga harus menyeluruh, harus teliti, di tempat dimana air bisa menggenang maka disitulah bisa sebagai tempat hidup jentik nyamuk. Tidak hanya di dalam rumah tapi juga di luar rumah seperti di pot bunga, ban bekas, tempat minum burung, botol bekas dll.
Hasil dari pelaksanaan PSN serentak yang kedua ini diperoleh hasil ABJ (Angka Bebas Jentik) Kecamatan Pejagoan yaitu 96% dengan standar aman yaitu 95%. ABJ kedua ini meningkat dari hasil PSN yang siklus pertama yaitu 92%. Dengan ABJ yang memenuhi standar diharapkan potensi timbulan nyamuk di wilayah Kecamatan Pejagoan dapat terkontrol. Keaktifan jumantik mandiri dan pemberdayaan masyarakat juga harus selalu digaungkan sebagai salah satu cara memutus mata rantai penularan kasus DBD. Mai
