Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Bagi Kader Posyandu Menuju Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP)
Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Bagi Kader Posyandu Menuju Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP)
Setelah libur Idul Fitri 2025, Puskesmas Pejagoan kembali melaksanakan penyuluhan program diantaranya Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Bagi Kader Posyandu Menuju Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP), Selasa (15/04/2025). Penyuluhan yang diadakan di gedung serbaguna Desa Watulawang ini melibatkan tim Puskesmas Pejagoan yaitu dr. Fauzaan Asrul, Bidan Desa Watulawang May Ratnasari, Bidan Desa Kebagoran Iin Haryani serta Bidan Desa Peniron Yuli Endah.
Penyuluhan pertama disampaikan oleh dr. Fauzaan Asrul yang mengangkat topik penting terkait hipertensi dan waspada diabetes melitus. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung serta otak yang mempengaruhi kualitas hidup. Oleh karena itu, perlu waspada terhadap hipertensi dan menerapkan gaya hidup sehat. Kader yang hadir kembali diingatkan bahwa risiko hipertensi seperti stress dapat meningkatkan tekanan darah, dan sebaliknya. Pola hidup tidak sehat, seperti merokok, makan terlalu banyak garam dan gula, serta kurang gerak, dapat menyebabkan hipertensi. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi garam seperti makanan siap saji dan lemak dapat memicu gangguan kesehatan ini.
Tidak hanya itu, kader yang hadir dalam penyuluhan tersebut diberikan materi terkait pelatihan 25 Keterampilan Dasar Bagi Kader Posyandu Menuju Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP). Transformasi Layanan Primer fokus pada pendekatan pelayanan kesehatan kepada Masyarakat. Posyandu sebagai lembaga yang mendukung Puskesmas Pejagoan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan dasar kepada masyarakat sehingga diperlukan Pembinaan kader posyandu.
Pembinaan ini diberikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu agar memiliki 25 keterampilan dasar bidang Kesehatan. Keterampilan yang perlu dikuasai seperti kader mampu dalam pengelolaan posyandu, ketrampilan perawatan bayi dan balita, menjelaskan penggunaan buku KIA, melakukan penyuluhan serta Melakukan deteksi dini usia dewasa dan lansia dengan kuesioner (PPOK, TBC, kesehatan jiwa, geriatri dan diabetes) Keterampilan Usia Sekolah & Remaja.
Penyuluhan yang dihadiri 25 kader desa Watulawang ini mendapatkan respon yang baik. Mereka sangat antusias dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diutarakan oleh peserta. Dengan adanya penyuluhan tersebut, diharapkan pengetahuan kader tentang pelayanan ILP dapat meningkat, dan pemahaman terkait hipertensi dan DM dapat meningkat dan dapat bermanfaat sehingga masyarakat semakin peduli akan kesehatan mereka dan para kader dapat memahami program Integrasi Layanan Primer. (FZ)
