Puskesmas Pejagoan Sigap Ambil Bagian dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Mental Remaja di Sekolah Rakyat
Puskesmas Pejagoan Sigap Ambil Bagian dalam Pencegahan Masalah Kesehatan Mental Remaja di Sekolah Rakyat
PEJAGOAN – Kesehatan mental remaja di Indonesia telah menjadi isu krusial yang memerlukan penanganan serius. Data terbaru dari Survei Kesehatan Jiwa Remaja Nasional (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, di mana sekitar 17,9 juta (34,9%) remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan, depresi, dan kasus perundungan di lingkungan sekolah.
Menanggapi fenomena ini, Puskesmas Pejagoan mengambil langkah nyata sebagai bagian dari upaya preventif dan dukungan terhadap kesehatan mental remaja di wilayahnya.
Pada hari Selasa, 9 Desember 2025, Puskesmas Pejagoan melaksanakan program edukasi preventif di Sekolah Rakyat, Pejagoan.. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pemahaman dasar mengenai kesehatan jiwa.
Edukasi Komprehensif: Memahami Diri dan Mencari Bantuan
Kegiatan penyuluhan tersebut mengusung tema penting: "Kesehatan Mental Remaja: Memahami Diri, Mengenali Masalah, dan Mencari Bantuan dengan Benar."
Edukasi disampaikan secara langsung oleh dokter internship dr. Bram Wijaya. Acara ini turut didampingi oleh Kepala Puskesmas Pejagoan, dr. Timbul Pranoto, M.Sc., sebagai bentuk komitmen institusi terhadap program tersebut.
Penyuluhan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa Sekolah Rakyat. Materi yang disampaikan meliputi cara-cara mengenali tanda-tanda awal masalah kesehatan mental pada diri sendiri dan teman sebaya, serta pentingnya menghilangkan stigma negatif terhadap pencarian bantuan profesional.
Melalui inisiatif ini, Puskesmas Pejagoan berharap dapat menjadi mitra terdepan bagi sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, aman, dan sehat secara mental bagi generasi muda. (the wish)
