FOGGING SIKLUS 1 DESA KEBULUSAN SUKSES DIGELAR
FOGGING SIKLUS 1 DESA KEBULUSAN SUKSES DIGELAR
Bulan Februari ini, Puskesmas Pejagoan terus berupaya menekan angka kasus Demam Berdarah (DBD). Pada tahun 2024 yang lalu, Kabupaten Kebumen tercatat terjadi kasus Demam Berdarah Dengue sebanyak 273 kasus, kasus Demam Dengue (DD) sebanyak 1.367 kasus. Sedangkan di Kecamatan Pejagoan tercatat sebanyak 97 kasus, 7 kasus diantaranya DBD dan 90 kasus DD.
Pada saat ini merupakan masa penularan penyakit infeksi Dengue terutama bagi daerah-daerah dengan intensitas curah hujan cukup tinggi. Hal tersebut dapat kita lihat dimana tempat penampungan air akan menjadi sarang utama bagi perkembangbiakan nyamuk aedes aegpty. Maka dari itu masyarakat dihimbau tetap waspada dan segera lalukan pencegahan dengan melakukan 3M, yaitu menguras penampungan air bersih atau mengeringkan genangan air, menutup kolam atau wadah penampungan air dan mengubur barang bekas atau mendaur ulang limbah bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Melihat masih ditemukan kasus DBD dan DD yang terjadi di Desa Kebulusan Kecamatan Pejagoan. Tercatat sebanyak 5 kasus DD sampai dengan bulan Februari 2025 ini. Berdasarkan hasil verifikasi rumor di RT15 RW 4 Desa Kebulusan terdapat 1 indeks kasus DD dan terindikasi penularan kasus serta ABJ (Angka Bebas Jentik) dibawah standar 95%. Sebagai upaya pengendalian kasus DBD dilaksanakan kegiatan fogging di RT tersebut. Fogging ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus 1 (5 Februari 2025) dan siklus 2 (13 Februari 2025). Hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Kebulusan, Perwakilan dari Koramil Pejagoan, perwakilan dari Polsek Pejagoan, kader kesehatan dan tim Puskesmas Pejagoan. Kegiatan fogging ini berfokus di RT 15 RW 4 yang merupakan daerah dengan indikasi penularan kasus DBD. Sebanyak 48 rumah dilaksanakan fogging di dalam dan di luar rumah dan di Sekolah SMA Negeri Pejagoan.
Fogging ini bukanlah satu-satunya cara memberantas nyamuk Aedes sp karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Kegiatan yang paling efektif adalah dengan melaksanakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Kepala Puskesmas Pejagoan, dr. Timbul Pranoto, M.Sc menghimbau agar kegiatan PSN dilaksanakan secara rutin agar kasus DBD bisa ditekan, pemeriksaan jentik sebaiknya menyeluruh di dalam dan di luar rumah agar semua tempat dapat terjaga kebersihannya. Alv
