Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dokter Internship Puskesmas Pejagoan Paparkan Laporan Kasus Medis Komprehensif
Tingkatkan Mutu Pelayanan, Dokter Internship Puskesmas Pejagoan Paparkan Laporan Kasus Medis Komprehensif
PEJAGOAN – Setelah mendedikasikan diri dan bergabung melayani masyarakat di Puskesmas Pejagoan sejak Februari 2026, empat dokter internship sukses memaparkan Laporan Kasus pada Kamis (9/7/2026).
Suasana aula Puskesmas Pejagoan diselimuti ketegangan yang bercampur antusiasme yang sehat dari keempat dokter muda tersebut, yakni dr. Alicia Arnetta Win Fabiola, dr. Septian Choirul Asy, dr. Rafalya Masyitha, dan dr. Vidia Amalia. Pemaparan kasus ini menjadi salah satu agenda krusial dalam mengevaluasi serta mengasah ketajaman klinis para dokter selama bertugas di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Ragam Kasus Kompleks: Dari Stunting hingga Kesehatan Mental
Dalam presentasi tersebut, keempat dokter internship mengangkat berbagai studi kasus riil yang ditemukan di lapangan, mencakup permasalahan kesehatan yang krusial di wilayah kerja Puskesmas Pejagoan:
dr. Septian Choirul Asy (dr. Irul): Memaparkan penanganan kasus Tuberkulosis (TBC) pada anak. Fokus utama diarahkan pada balita dengan kondisi stunting yang menjalani skrining ketat TBC, sebuah langkah preventif sekaligus kuratif yang menjadi program prioritas nasional.
dr. Rafalya Masyitha (dr. Sita): Mengangkat isu kesehatan jiwa dengan berfokus pada penanganan Skizofrenia dan depresi, mulai dari masa remaja hingga dewasa. Meski menghadapi kendala lingkungan keluarga, pasien dilaporkan sangat kooperatif selama proses terapi.
dr. Alicia Arnetta Win Fabiola: Mengulas kasus kehamilan berisiko tinggi (high risk), yaitu ibu hamil dengan hipertensi kronis dan diabetes melitus. Faktor usia kehamilan yang tidak ideal, obesitas dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) mencapai 32, serta pola makan yang minim buah dan protein (didominasi karbohidrat) menjadi tantangan klinis utama yang dibahas.
dr. Vidia Amalia: Menyampaikan studi kasus pasien komorbid dengan riwayat Hipertensi, Hiperkolesterolemia, dan Diabetes Melitus. Pasien juga mengeluhkan nyeri sendi pada malam hari (tinggi purin akibat konsumsi seafood berlebih), kegemaran mengonsumsi makanan cepat saji (fast food), serta riwayat asma sejak bayi.
Diskusi Interaktif Demi Solusi Bersama
Sesi pemaparan laporan kasus ini berjalan semakin dinamis dan interaktif saat memasuki sesi diskusi serta tanya jawab mendalam. Para dokter muda mendapatkan evaluasi, masukan, dan bimbingan langsung dari para dokter senior Puskesmas Pejagoan, di antaranya dr. Timbul Pranoto, M.Sc., dr. Merry Pribadiani, serta para penanggung jawab program terkait.
Diskusi kritis ini tidak hanya menguji aspek teoritis, tetapi juga merumuskan tatalaksana pasien yang lebih efektif dan kolaboratif di tingkat puskesmas.
Melalui kegiatan presentasi laporan kasus ini, diharapkan dapat tercipta wadah diskusi yang solutif untuk memecahkan berbagai hambatan penanganan medis di masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen nyata Puskesmas Pejagoan dalam mencetak tenaga medis muda yang kompeten demi mewujudkan masyarakat Pejagoan yang sehat jasmani dan rohani. TheWish
