Perkuat ILP Terintegrasi ATMH, Puskesmas Pejagoan Gelar Lokmin Linsek Triwulan III
Perkuat ILP Terintegrasi ATMH, Puskesmas Pejagoan Gelar Lokmin Linsek Triwulan III
PEJAGOAN – Dalam rangka memperkuat sinergitas pelaksanaan transformasi kesehatan, Puskesmas Pejagoan sukses menyelenggarakan Lokakarya Mini Lintas Sektor (Lokmin Linsek) Triwulan III pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dipadukan langsung dengan percepatan eliminasi penyakit menular ATMH (AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Hepatitis).
Lokmin Linsek ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Pejagoan, Forkopimca (Polsek dan Koramil Pejagoan), Kepala Desa dari 13 desa di wilayah kerja Puskesmas Pejagoan, TP-PKK Kecamatan, Kepala KUA, Korwil Dinas Pendidikan, Korwil PPKB, serta Ketua Posyandu Desa se-Kecamatan Pejagoan. Hadir pula sebagai narasumber, Sekretaris Camat Pejagoan dan Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen.
Kepala Puskesmas Pejagoan, dr. Timbul Pranoto, M.Sc., menekankan bahwa implementasi ILP merupakan garda terdepan dalam mendekatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi masyarakat di seluruh siklus hidup—mulai dari ibu hamil, bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia. "Melalui momentum Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan III ini, kita tidak hanya mengevaluasi pelayanan dasar, tetapi secara khusus memperkuat fungsi Klaster ILP di Puskesmas, Pustu, dan Posyandu untuk melakukan skrining dini secara aktif terhadap ATMH. Target eliminasi TB, pengawasan penyakit menular, dan deteksi dini HIV/Hepatitis pada ibu hamil wajib disukseskan bersama lintas sektoral," paparnya.
Hadir mewakili Camat Pejagoan, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pejagoan, Adi Buntoro, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh pihak kecamatan terhadap transformasi layanan kesehatan ini. Ia menegaskan pentingnya komitmen bersama antarinstansi agar program ILP dan penanggulangan penyakit menular dapat berjalan hingga ke tingkat desa. "Pemerintah Kecamatan Pejagoan mendukung penuh langkah Puskesmas dalam mengimplementasikan ILP yang terintegrasi dengan ATMH. Masalah kesehatan bukan hanya tugas orang Puskesmas, melainkan tanggung jawab kita bersama," tegas Adi Buntoro.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes PPKB Kabupaten Kebumen, Akhmad Mukhibin, S.KM., M.P.H., turut memberikan pengarahan teknis sekaligus menekankan urgensi integrasi program ATMH ke dalam pilar ILP. "Dinas Kesehatan sangat mengapresiasi akselerasi yang dilakukan Puskesmas Pejagoan dalam mengawal ILP. Penanggulangan ATMH, terutama penemuan kasus Tuberkulosis secara aktif dan pemutusan rantai penularan Hepatitis, tidak boleh lagi bersifat pasif menunggu di Puskesmas. Dukungan serta regulasi dari tingkat desa sangat kami harapkan untuk menekan angka kesakitan penyakit menular di Kebumen," terangnya.
Adapun agenda utama pembahasan dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor kali ini meliputi:
- Evaluasi Capaian Kinerja Triwulan III: Pemaparan laporan program kesehatan dasar dan rujukan primer, termasuk monitoring capaian target SPM (Standar Pelayanan Minimal).
- Implementasi ILP Terintegrasi ATMH: Penataan alur pelayanan berbasis klaster serta peningkatan kompetensi 25 keterampilan dasar kader Posyandu ILP guna mengoptimalkan skrining penyakit menular, khususnya TB melalui kegiatan Active Case Finding (ACF).
- Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL): Pembagian peran lintas sektor, di mana pemerintah desa berkomitmen mendukung penggerakan sasaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Melalui diskusi interaktif, para Kepala Desa menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi aktif mendukung pelayanan kesehatan di wilayah masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Komitmen Bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh kelancaran program ILP terintegrasi ATMH demi mewujudkan masyarakat Kecamatan Pejagoan yang sehat dan mandiri. Mai
