Pendampingan Tim Ahli Dokter Spesialis Anak: Skrining Detail Itu Penting
Pendampingan Tim Ahli Dokter Spesialis Anak: Skrining Detail Itu Penting
Puskesmas Pejagoan sukses menyelenggarakan Pendampingan Tim Ahli Dokter Spesialis Anak, Rabu (23/07/2025). Dengan tema Dalam Pelayanan KIA, Kegawatdaruratan dan Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal Tahun 2025 ini menghadirkan dr. Dyah Ayu Wulansari M.Sc.Sp.A. Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Pejagoan dr. Timbul Pranoto, M.Sc, Sp.KKLP sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah untuk saling bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman dalam menangani pasien khususnya bayi dan balita.
Setelah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh kepada pasien balita di temukan 9 balita dengan beberapa gangguan kesehatan yang harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dalam pemaparannya, dr. Dyah menyampaikan "Ke sembilan pasien balita menderita stunting, hidrosepalus, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan TBC anak" ungkapnya. Hubungan antara TBC (Tuberkulosis) dan stunting sangat erat dan bersifat dua arah (reciprocal), dimana keduanya saling memperburuk kondisi satu sama lain. "Anak dalam masa pertumbuhan dan penyembuhan memerlukan kalori yang tinggi sehingga skrining yang sangat detail diperlukan", imbuhnya.
Tidak hanya itu, pasien dengan gangguan motorik atau speech delay merupakan kondisi dimana perkembangan kemampuan berbicara dan berbahasa seorang anak tidak sesuai dengan usianya. Walaupun setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang unik, ada patokan usia tertentu yang menjadi acuan umum untuk menilai kemampuan bicara anak. Dalam kasus yang ditemukan bahwa ada kecenderungan pasien kurangnya adanya kontak mata dengan orangtua dan stimulasi bahasa sehari-hari.
Dalam kegiatan ini, dr. Dyah menyarankan untuk segera mendapatkan penangan bagi balita dengan hidrosefalus yaitu penumpukan cairan serebrospinal (CSF) yang berlebihan di dalam otak, yang menyebabkan tekanan di dalam kepala meningkat. Gangguan kesehatan ini menitiberatkan peran orangtua dan medis sehingga perlu pendekatan dan kesabaran hingga tuntas. Saat ini rumah sakit di Yogyakarta dan Purwokerto dapat menangani kasus hidrosefalus.
Bidan Budi Yuhartini A.Md.Keb sebagai penanggungjawab kegiatan tersebut bersyukur dengan kunjungan dokter ahli khususnya spesialis anak dapat lebih mendekatkan pelayanan spesialis anak di masyarakat. "Kami bidan dan dokter di Puskesmas terbantu untuk memberikan edukasi kepada pasien gangguan kesehatan tertentu. Sehingga deteksi dini kasus pada anak dapat terdeteksi dengan cepat dan ditangani secara komprehensif", ungkapnya. (the wish)
