Isi Liburan Sekolah dengan Kegiatan Positif, Puskesmas Pejagoan Gelar Posyandu Remaja dan Edukasi Pergaulan Bebas
Isi Liburan Sekolah dengan Kegiatan Positif, Puskesmas Pejagoan Gelar Posyandu Remaja dan Edukasi Pergaulan Bebas
PEJAGOAN – Mengisi waktu libur sekolah dengan hal yang bermanfaat, Puskesmas Pejagoan menggelar kegiatan Posyandu Remaja di Desa Pejagoan,, Sabtu (11/07/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam memantau kesehatan generasi muda sekaligus membentengi mereka dari perilaku berisiko.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti dengan antusias oleh 50 remaja desa setempat. Tak hanya pemeriksaan fisik, acara ini juga menghadirkan dr. Vidia Amalia dari Puskesmas Pejagoan sebagai narasumber utama untuk memberikan penyuluhan kesehatan.
Deteksi Dini dan Edukasi PHBS
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses pendaftaran, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh petugas kesehatan Puskesmas Pejagoan bersama kader Posyandu Remaja dan didampingi perangkat desa.
Pemeriksaan tersebut meliputi:
- Pengukuran tinggi badan dan berat badan.
- Pengecekan tekanan darah.
- Pemeriksaan kadar gula darah.
- Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) sesuai indikasi untuk mendeteksi dini risiko anemia pada remaja.
- Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.
Selain pemeriksaan fisik, para remaja juga diberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.
Soroti Isu Pergaulan Bebas
Memasuki sesi inti, dr. Vidia Amalia menyampaikan penyuluhan interaktif dengan tema yang sangat relevan bagi generasi muda saat ini, yaitu "Pergaulan Bebas pada Remaja". Dalam paparannya, dr. Vidia mengupas tuntas mengenai dampak buruk pergaulan bebas, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta strategi membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
"Posyandu Remaja ini bukan sekadar formalitas periksa kesehatan, tapi merupakan wadah krusial untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini, meningkatkan pengetahuan, dan mencegah perilaku berisiko di kalangan remaja," ujar dr. Vidia Amalia.
Suasana semakin hidup saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Banyak di antara mereka yang aktif mengajukan pertanyaan kritis dan berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai kesehatan remaja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para remaja di Desa Pejagoan dapat menjadi agen perubahan yang lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri serta mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan. The wish
